June 15, 2024

Penampilan Tari Kenre Pasakomong pada kegiatan Eksperimentasi Seni Taman Budaya 2022 memukau penonton yang hadir dalam Gedung Teater Taman Budaya NTB pada kamis lalu. Mendatangkan para penari, pelatih hingga penata musik dari Sumbawa, salah satu eksperimen tari ini juga sudah direncanakan untuk tampil di Istana Negara. Penasaran dengan cerita dibaliknya? Simak beberapa informasi menarik di bawah ini ya, kawan!

1. Eksperimentasi Seni Tari 2022

Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menghadirkan acara Eksperimentasi Seni Tari 2022. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 28 Juli 2022 pukul 10.00 WITA hingga selesai.

Berlangsung di Gedung Teater Taman Budaya NTB, kegiatan Eksperimentasi Seni sendiri merupakan salah satu program Taman Budaya yang sudah dilakukan sejak tahun 2019. 

Beberapa garapan tari pada tahun-tahun sebelumnya yang pernah diekperimentasikan adalah tari Rantok dan Dulang Mendakin. Tari Rantok merupakan bentuk eksperimen kolaborasi antara alat musik dan tarian yang menggambarkan kebahagiaan ibu-ibu saat melakukan kegiatan penggilingan padi atau yang kerap disebut “Nujak”, sebelum adanya mesin penggiling padi. Sementara, Tari Dulang Mendakin diambil dari filosofi proses menyambut tamu pada prosesi perkawinan adat sasak.

2. Menggali Tradisi Kesenian dan Budaya yang Akan Punah

Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk menggali suatu budaya atau kesenian yang rentan atau akan punah.

Seiring dengan berkembangnya zaman, penggunaan kain menjadi salah satu bentuk tradisi yang saat ini sudah jarang dipakai oleh masyarakat. Sehingga salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah agar bisa melestarikan unsur kain yang diangkat menjadi bentuk tarian.

Selain tari, bentuk musik yang digunakan dalam kegiatan juga merupakan sebuah eksperimen. Musik diaransemen dengan musik-musik pengiring tari khas Sumbawa.

3. Memperkenalkan Tari Kenre Pasakomong

Pada tahun ini, tari yang diperkenalkan disebut dengan Tari Kenre Pasakomong. Tari ini diangkat dari salah satu kekayaan budaya tradisi masyarakat suku Samawa yakni “kenre pasakomong” atau kain penyelimut. Filosofi kain penyelimut ini menggambarkan rasa cinta dan kasih sayang kepada bayi-bayi yang baru lahir, ritual kelahiran dan kematian, juga sebagai simbol kedamaian dan keteduhan.

“Eksperimen ini ide garapannya dari kenre, dari awal propertinya dari sarung. Jadi untuk isinya diambil dari proses kehidupan seperti kelahiran, dewasa sampai meninggal. Dan kenre itu simbol kehangatan dari kasih sayang seorang ibu. Jadi dikatakan kenre ini eksperimental karena ide garapannya utuh, dari kenre seperti apa yang ada di kenre, yang dipakai orang sehari-hari,” ucap H. Indra Jaya, selaku penata tari.

Tari ini digarap di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Bentuk eksperimentasi seni tari ini merupakan hasil percobaan untuk menggabungkan tarian dengan aransemen lagu. 

“Tidak hanya untuk dinikmati masyarakat dari Sumbawa saja, melainkan juga agar tari ini dapat dipublikasikan dan diketahui oleh banyak khalayak di luar sana, agar budaya NTB juga dapat semakin berkembang,” ucap Bu Asti, selaku Kepala Seksi Tradisi Taman Budaya.

4. Penari, Pelatih hingga Penata Musik Berasal dari Sumbawa

Para penari dalam pagelaran ini berjumlah 14 orang dan jumlah pemusik sebanyak 8 orang. Penarinya berasal dari SMKN Maluk dan SMA 1 Seteluk, yang dinaungi oleh Sanggar Lepas.

Acara ini juga berlangsung atas dukungan dan partisipasi dari beberapa orang dibaliknya, yaitu H. Indra Jaya selaku penata tari, Hamdan, SE selaku penata musik, Azisah selaku penata rias dan Aldi selaku penata busana.

Penggarap dari kegiatan ini merupakan seniman alam, yakni seniman yang belajar secara otodidak atau belajar melalui berbagai pengalaman dari hasil praktik maupun yang didapat dari sanggar.

5. Proses Latihan dan Kendala yang dihadapi

Proses latihannya dilakukan sebanyak 20 kali latihan yang dilangsungkan di Pulau Sumbawa.

Para penari memiliki motivasi yang kuat untuk bisa mengikuti segala proses latihan. Salah satu alasannya adalah karena mereka menyukai dunia seni tari dan ingin agar apa yang mereka lakukan bisa terus berlanjut dan tidak berhenti di situ saja.

Kendala dalam proses persiapan maupun latihan yang dilakukan adalah terkait lokasi sanggar yang terbilang masih cukup jauh dari lokasi tempat tinggal para penarinya. Tidak semua penari atau anggota memiliki kendaraan untuk bisa menuju lokasi, sehingga terkadang banyak yang rela untuk pergi bersama hanya dengan menggunakan sepeda motor.

6. Tari akan Ditampilkan di Istana Negara

Eksperimentasi seni tari ini merupakan sebuah hasil percobaan yang akan terus disempurnakan lagi entah dari segi kostum, gerakan, pola lantai dan sebagainya. 

Rencana untuk kedepannya kegiatan eksperimentasi kesenian yang akan dilaksanakan pada Bulan Oktober mendatang akan mengangkat unsur musik.

Selain itu, tarian ini juga telah direncanakan untuk ditampilkan di Istana Negara dalam rangkaian peringatan 17 Agustus nanti.

7. Harapan Kedepan untuk Eksperimentasi Seni

Lalu Manan S. Pd berharap melalui kegiatan-kegiatan ini Taman Budaya kedepannya bisa menampilkan sesuatu yang baru dan terus menggali beragam budaya yang ada khususnya di NTB.

Ibu Asti juga berharap untuk kedepannya banyak yang bisa menerima dan ikut untuk melestarikan bentuk kesenian dan kekayaan budaya yang dimiliki NTB termasuk juga bisa mengeksperimenkan unsur tradisional dan modern.

“Semoga masyarakat lain menerima dengan adanya eksperimen ini, dan masyarakat pada umumnya ikut melestarikan pula. Saya berharap bisa bertemu Pak Gubernur agar bisa mendiskusikan terkait publikasi dan pengenalan eksperimen tari ini. Agar hasil eksperimen tari ini seterusnya dapat dilestarikan dan digunakan dalam acara-acara lokal maupun acara besar, sehingga tidak hilang begitu saja,” ucap Ibu Asti.

Kegiatan eksperimentasi ini juga diharapkan bisa membuka peluang-peluang baru bagi produk-produk kesenian taman budaya lain serta dapat menginspirasi pelaku seni seperti sanggar-sanggar agar dapat terus berkarya.

TERIMAKASIH!

Terimakasih kawan telah membaca hingga akhir artikel, semoga informasi yang kami berikan dapat menjadi semangat kawan mempelajari dan mengetahui inovasi-inovasi terbaru dalam perkembangan bidang kepariwisataan Indonesia!

Jika kawan Travbuck membutuhkan guide, informasi, maupun kendaraan, jangan segan untuk menghubungi kami di media sosial kami ya! jangan lupa untuk cek artikel kami terkait Evaluasi Olah Seni Taman Budaya NTB 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *