June 13, 2024

Menampilkan berbagai bentuk aksi dari anak-anak peserta didik di beberapa cabang seni, Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali mengadakan kegiatan evaluasi olah seni 2022. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan antusias dari peserta, orang tua murid dan penonton yang hadir.

1. Evaluasi I Olah Seni Taman Budaya NTB 2022

Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menggelar Evaluasi I Olah Seni Taman Budaya pada tahun ini. Kegiatan berlangsung pada 24 Juli 2022 mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai.

Berlangsung di Gedung Tertutup Taman Budaya NTB, kegiatan ini menjadi salah satu tahap lanjutan dari program pembinaan yang telah dilakukan dari bulan Februari lalu oleh pihak Taman Budaya. 

Kegiatan olah seni ini dapat terbilang sudah berlangsung cukup lama yakni sejak Tahun 2004. Pada tahun ini, evaluasi akan dilakukan sebanyak dua kali, yaitu di bulan Juli dan November yang akan mendatang.

2. Salah Satu Cara Melestarikan Kesenian dan Budaya

Kegiatan olah seni ini menampilkan berbagai cabang seni dari anak-anak didik yang telah melakukan program pembinaan yang berlangsung di Taman Budaya.

Tidak hanya untuk melestarikan kesenian dan budaya, kegiatan ini juga dilakukan dengan tujuan untuk bisa menjadi alternatif kegiatan yang dapat dilakukan anak-anak NTB.

“Tidak hanya melatih bakat dari anak-anak, tetapi di sini juga kita bisa melatih mental mereka, salah satu contohnya ada anak yang paling kecil berumur 4 tahun,” ucap Ibu Asti, selaku Kepala Seksi Taman Budaya NTB.

3. Merupakan Evaluasi Program Pembinaan Taman Budaya NTB

Program pembinaan di Taman Budaya sendiri telah rutin dilakukan di hari Minggu dan hari Sabtu mulai dari pukul 16.00-17.00 WITA. Peserta yang ikut dalam kegiatan pembinaan ini merupakan peserta umum. Mulai dari TK, SMA hingga ibu-ibu yang memiliki minat di bidang kesenian.

Program pembinaan rutin dilakukan oleh 16 orang guru dengan konsep kelas tingkatan, yakni kelas dasar dan kelas lanjutan. Kelas dasar memberikan pemahaman terkait teknik-teknik dasar sementara untuk kelas lanjutan memberikan ruang untuk bisa berkreasi.

Pembina yang mengajar di setiap kelasnya merupakan seseorang yang sudah berpengalaman dibidangnya dan bisa memberikan inovasi untuk berkembang dan berkreasi di bidang-bidang seni yang diajarkan.

Untuk pendaftarannya kelasnya sendiri dapat dilakukan dengan mengunjungi kantor sekretariat Taman Budaya NTB. Biaya pendaftaran untuk peserta sebesar Rp 40.000/bulan untuk satu kelasnya.

4. Menampilkan Berbagai Cabang Seni dari Peserta Didik Taman Budaya NTB

Beberapa cabang seni yang ditampilkan diantaranya adalah seni tari, vokal, seni musik (gamelan), seni musik modern (biola dan gitar), seni teater, hingga seni rupa (mewarnai, melukis dan membatik).

Beberapa nama-nama pembina yang mengajar dari setiap cabang diantaranya, Gianto dan Andika pada kelas musik gitar, Fahman pada kelas bila dasar, Gusti Ketut pada kelas biola lanjutan, Pipiet pada kelas vokal, Dwi Kencana pada kelas musik traidi dasar, Vonie pada kelas tari dasar, I Nyoman Sugiartha pada kelas tari menengah A, Ary Sulistyawati pada kelas tari menengah B, Desak Leratyningsih pada kelas tari lanjutan dan Desak Parwati pada kelas tari eksperimen dan musik tradisi lanjutan.

5. Antusiasme Peserta dan Orang Tua Murid

Antusiasme untuk kegiatan ini terlihat dari adanya peningkatan jumlah peserta. Peserta tahun lalu yang berjumlah 135 peserta kini bertambah menjadi 190 orang. Tanggapan positif dan bentuk dukungan untuk kegiatan ini datang tidak hanya dari peserta, melainkan juga dari orang tua murid. 

“Kita berterima kasih kepada para orang tua murid karena beliau-beliau ini memberikan dukungan luar biasa kepada para murid dan memang banyak sekali keuntungan untuk anak-anak kita. Latihan seni ini dapat meningkatkan IQ, daya ingat, serta meningkatkan kecerdasan anak-anak karena perkembangannya dari segi pendidikan dan kesenian seimbang.” ujar Lalu Manan S. Pd, atau yang kerap disapa Mamiq Manan, selaku Kepala Taman Budaya Provinsi NTB.

6. Menghadirkan Kelas Baru Membatik dan Teater

Adanya tanggapan positif dari orang tua murid ini akhirnya memunculkan sebuah inovasi untuk membuka kelas baru, yaitu kelas membatik dan teater. Hadirnya dua kelas baru tersebut menjadi pembeda kegiatan olah seni pada tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Baru tahun ini olah seni membatik, terutama untuk menghidupkan olah seni agar kembali meriah dan terutama warisan leluhur yang harus dijaga serta agar masyarakat mengetahui kalau membatik itu tidak susah,” ujar Ibu Esti, pembina dari program membatik.

Ibu Vivin, salah satu peserta kelas membatik merasa senang karena bisa mengikut kelas membatik ini. Alasannya tertarik untuk mengikuti kelas ini adalah karena ketertarikannya pada seni khususnya seni batik.

“Alhamdulillah bermanfaat sekali, karena saya memang berkecimpung di dunia pendidikan. Saya rasa perlu diperkenalkan membatik ini di sekolah-sekolah karena masih kurang pembinaan dan belum terlalu diperkenalkan. Nanti bisa dikembangkan lagi bentuknya sebagai pelengkap interior seperti sarung bantal, taplak meja, atau untuk sajadah travelling,” kata Ibu Vivin.

7. Harapan Agar Kegiatan Olah Seni dapat Tetap Berlangsung

Saat ini, yang masih menjadi kendala dari pihak Taman Budaya sendiri adalah terkait dengan ketersediaan alat. Pihak Taman Budaya saat ini hanya bisa memfasilitasi dalam bentuk tempat dan sound saja. Sementara, untuk alat-alat yang dibutuhkan di setiap cabang seninya masih berasal dari masing-masing peserta. Sehingga, saat ini pihak Taman Budaya berupaya untuk memilih mata seni yang tidak memberatkan dan banyak peminatnya, seperti gitar dan biola.

Lalu Manan berharap untuk kedepannya Pemerintah Provinsi NTB dapat melirik dan memberikan perhatian lebih kepada kegiatan-kegiatan bermanfaat seperti ini.

“Harapan kita kedepannya, pemerintah terutama pemerintah provinsi NTB bisa melirik kegiatan ini dengan mendukung kami salah satunya dengan bentuk dukungan anggaran, sehingga ini menjadi perhatian kita karena kegiatan ini bertujuan untuk menjaga generasi-generasi muda untuk tetap dapat melestarikan kesenian,” ujar Lalu Manan.

Ibu Asti juga berharap untuk kedepannya semoga kegiatan ini bisa tetap berjalan, mendapat bantuan dari segi dana, bisa bertambah dari cabang seni yang ada hingga mendapat lebih banyak guru dan pelatih yang berpengalaman dan kompeten di bidangnya.

TERIMAKASIH!

Terimakasih kawan telah membaca hingga akhir artikel, semoga informasi yang kami berikan dapat menjadi semangat kawan mempelajari dan mengetahui inovasi-inovasi terbaru dalam perkembangan bidang kepariwisataan Indonesia!

Jika kawan Travbuck membutuhkan guide, informasi, maupun kendaraan, jangan segan untuk menghubungi kami di media sosial kami ya! jangan lupa untuk cek artikel kami terkait Pameran Seni Rupa Pelajar NTB, Meriahkan Hardiknas 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *