June 13, 2024

Kedai Bawah Pohon, bukan seperti layaknya sebuah kedai yang menawarkan makanan dan minuman saja. Melainkan, memberikan ruang seluasnya kepada komunitas dan organisasi untuk berdiskusi, menggelar pertujukan maupun berekspresi dalam sebuah karya seni.

1. Asal Usul Nama Bawah Pohon

Pada awalnya Kedai Bawah Pohon bernama bernama Bero. Bero sendiri berasal dari bahasa Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bermakna perahu kecil yang dapat menampung banyak orang di dalamnya.

Namun, Pemilik Kedai Bawah Pohon, Novrizal Hamzah atau yang akrab dipanggil Opi berdiskusi lebih dalam dengan rekan-rekannya. Akhirnya, setelah melalui diskusi, dirinya mantap mengubah nama kedainya menjadi Bawah Pohon

“Saya pikir makna dari nama Bero itu terlalu bertele-tele. Akhirnya, setelah saya pikirkan dan berdiskusi dengan teman, tercetuslah nama Bawah Pohon. Kebetulan kedai ini dulu enggak ada atapnya dan bener-bener di bawah pohon,” terang Opi.

2. Menu Unik Bawah Pohon

Konsep Bawah Pohon tidak sekadar tempat minum kopi, tetapi juga ruang terbuka bagi para komunitas untuk berdiskusi, menayangkan pertunjukan, atau mengekspresikan karya-karya seni.

Di sini, bukan hanya makanan yang dijual, tetapi juga gagasan-gagasan yang menyertainya. Menu wajib yang ada di Bawah Pohon yaitu content creator, ilustrasi digital, dan diskusi acara. Hal ini lah yang menjadi ciri khas Bawah Pohon.

3. Menghadirkan Pertunjukkan dan Kegiatan Bermakna

Bawah Pohon bukan hanya sekadar kedai, tetapi juga menjadi tempat bagi berbagai acara dan kegiatan yang mendukung komunitas lokal. Mulai dari Ngamen Jazz, Lombok Jazz Night, bedah buku, deklamasi puisi, workshop, hingga Obrolan Bawah Pohon yang menghadirkan diskusi yang menginspirasi, semuanya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di kedai ini.

4. Lokasi dan Jam Operasional

Bawah Pohon berlokasi di Jln. Panjitilar Negara, No. 88, Mataram dan buka pada pukul 15.00-22.00 WITA.

Sobat dapat mengunjungi laman Instagram Bawah Pohon untuk mendapatkan update dan info lebih lengkap terkait Bawah Pohon.

5. Tantangan dan Harapan di Masa Depan

Tak bisa dipungkiri, menjalankan sebuah kedai yang menjadi pusat komunitas memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah kesulitan dalam mengatur waktu dan pikiran.

Opi dan timnya berusaha mengatasi tantangan ini dengan menciptakan ruang khusus untuk merenung dan fokus. Bahkan, ke depannya, mereka berencana menggelar pameran kolektif yang melibatkan seluruh komunitas Bawah Pohon.

“Ini adalah langkah untuk lebih menggali potensi kreatif dan memperkuat ikatan di antara mereka,” jelas Opi

Ia pun mengajak pemilik kedai lainnya untuk membuka ruang seluasnya bagi komunitas untuk berkarya. “Menjadi wadah yang representatif bagi ekspresi dan kreativitas merupakan sebuah kehormatan yang harus disebarkan ke tempat-tempat lain,” imbuhnya.

Terimakasih!

Terimakasih sobat telah membaca hingga akhir artikel, semoga informasi yang kami berikan dapat membantu sobat dan memilih tempat menghabiskan liburan! Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Jika sobat Travbuck membutuhkan guide, informasi, maupun kendaraan, jangan segan untuk menghubungi kami di media sosial kami ya! Jangan lupa untuk cek artikel kami terkait Steak Kaki Lima Rasa Bintang Lima di Kota Mataram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *