June 15, 2024

MindScape The Green Exhibition hadir sebagai wadah bagi para perupa muda Lombok Timur untuk memamerkan karyanya sekaligus sebagai ajang edukasi bagi masyarakat lokal dan mancanegara terkait sinergi antara seni, pelestarian lingkungan hidup dan juga pariwisata.

1. Pameran Seni Rupa Mindscape The Green Exhibition

Pameran seni rupa ini merupakan bentuk kesadaran yang ditunjukkan oleh para perupa muda yang berasal dari Kabupaten Lombok Timur dalam meningkatkan daya apresiasi masyarakat luas terhadap seni. Berlokasi di Sky Garden Tete Batu, pameran ini dilaksanakan sejak tanggal 17 – 24 Desember 2022.

Mengangkat tema MindScape The Green Exhibition, acara ini menyajikan beragam perspektif dari karya terbaik 7 pameris muda Lombok Timur. Para pameris tersebut diantaranya ialah Abdul Hayi, Hendra Irawan P, Kholifi Errofil, L. Moh. Agus Nopiandi, Mizanul Hak, Saparul Anwar (Phalonk), dan Syarif Hidayatullah dengan didampingi oleh kurator Mahzan Syaro’ir.

Para pameris bergotong royong menyulap sebuah kafe kecil di Sky Garden menjadi sebuah galeri pameran. Keinginan serta euphoria yang begitu tinggi membuat para pameris, kurator, serta panitia bekerja sama selama proses pembuatan galeri ini. Ragam karya dalam pameran ini masih bisa Kawan lihat melalui Instagram @mindscape_exhibition dan katalog juga dapat diakses melalui google drive berikut.

2. Makna MindScape The Green Exhibition

“MindScape” secara harfiah berasal dari penggabungan dua suku kata yaitu “mind” yang berarti pikiran, dan “scape” yang berarti pemandangan. Sehingga maknanya adalah sebuah pemandangan pikiran yang didasarkan oleh olah pikir dan rasa dari perupanya dalam berkarya sehingga mereka menghasilkan sebuah style atau taste dalam karya mereka masing-masing.

Sedangkan The Green Exhibition disini berkaitan dengan isu-isu lingkungan yang ingin diangkat oleh para pameris. Dari makna Mindscape The Green Exhibition ini kemudian terbentuklah sebuah konsep yang berfokus pada elaborasi antara seni, environmental dan pariwisata.

3. Elaborasi Konsep Seni, Environmental Dan Pariwisata

Pada awalnya pameran seni rupa ini berangkat dari keinginan para pameris muda Lombok Timur yang menginginkan adanya wadah untuk memamerkan karya seni mereka. Setelah adanya diskusi terkait konsep dari pameran, pada akhirnya seluruh pihak sepakat untuk menggabungkan 3 konsep baru. Konsep tersebut berpijak pada permasalahan-permasalahan yang dihadapi yaitu seni, environmental atau kelestarian lingkungan hidup, dan juga pariwisata.

Munculnya ide bagaimana membuat pameran yang menghadirkan pelaku wisata sebagai apresiator secara tidak langsung membuat adanya daya tarik terhadap dunia pariwisata itu sendiri. Lokasi Desa wisata Tete Batu yang memiliki landscape yang indah dan hijau menjadi sebuah peluang bagi pameris sebagai tempat dilaksanakannya pameran. Tujuan utamanya ialah tidak hanya mendapatkan apresiator masyarakat lokal akan tetapi para wisatawan asing yang sedang berlibur.

Dalam konsep environmental atau keberlangsungan lingkungan hidup, para pameris ingin mengangkat isu-isu terkait lingkungan terutama di Desa Tete Batu. Bentuk kegiatan dari konsep ini ialah para seniman terjun langsung untuk ikut melakukan proses penanaman bibit pohon dengan tujuan menanggulangi potensi longsor di daerah tersebut.

4. Antusiasme Pengunjung Lokal Dan Mancanegara

Pameran perupa muda Lombok Timur ini mendapatkan antusiasme dari berbagai pihak baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara. Konsep dari pameran yang menggabungkan 3 konsep utama yaitu seni, environmental dan pariwisata menjadi daya tarik tersendiri yang berhasil menggaet pengunjung untuk datang.

Lebih lanjut lagi, salah seorang pengunjung yaitu Putra mengaku terkejut saat melihat koleksi seni rupa yang ditampilkan. “Saya terkesan akan hasil karya yang dipamerkan. Ternyata seniman-seniman dari Lombok Timur jago-jago, gak kalah sama seniman-seniman nasional lainnya.” Ujarnya.

5. Rangkaian Kegiatan Lain

Selain melaksanakan pameran sebagai bentuk kegiatan utama, MindScape The Green Exhibition ini menyajikan side event atau rangkaian kegiatan lain demi memeriahkan pameran seni ini. Rangkaian kegiatan lain diantaranya ialah penanaman pohon, cleaning up, melukis model, artist talk, serta artwork auction atau pelelangan karya seni yang dipajang.

6. Harapan Dengan Diadakannya Pameran Ini

Secara keseluruhan, pameran ini diharapkan menjadi sarana edukasi dan apresiasi terhadap perupa muda di Lombok Timur agar tetap berkarya dan terus menjalin komunikasi yang baik antar penggiat seni.

Meskipun terkendala oleh keterbatasan dari Sumber Daya Manusia (SDM) dan pendanaan, para pameris tetap memiliki ekspektasi yang tinggi serta tetap melakukan segala kegiatan semaksimal mungkin.

“Saya harap perupa muda Lombok Timur terus berkarya. Temukan style dan gaya pribadi masing-masing, harus berani untuk membranding karya. Jangan pernah malu untuk mengikuti pameran dan juga jangan pernah pelit untuk membagi skill.” Ungkap Mahzan Syaro’ir selaku kurator.

Dengan diadakannya pameran ini juga, para pameris berharap adanya kegiatan pameran serupa di Lombok Timur setiap tahunnya sebagai wadah para perupa untuk memamerkan karya seni mereka.

TERIMAKASIH!

Terimakasih kawan telah membaca hingga akhir artikel, semoga informasi yang kami berikan dapat menginspirasi dan turut mengembangkan ekonomi kreatif Indonesia. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Jika kawan Travbuck membutuhkan guide, informasi, maupun kendaraan, jangan segan untuk menghubungi kami di media sosial kami ya! jangan lupa untuk cek artikel kami terkait Kendala Cuaca, Locofest 2022 Tetap Sukses Di Gelar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *