June 13, 2024

Taman Budaya kembali melaksanakan pameran seni rupa pada Rabu lalu. Seperti judulnya “Tafsir Puan”, tema yang diangkat pada pameran kali ini mengangkat subjek materi seputar perempuan. Seperti isu feminism dan kondisi nyata kehidupan perempuan dalam tatanan masyarakat sosial. Penasaran dengan cerita dibaliknya? Simak beberapa informasi menarik di bawah ini ya, kawan!

1. Pameran Seni Rupa Tafsir Puan

Sebagai bentuk upaya dalam merekatkan sisi kebudayaan NTB, Taman Budaya pada Rabu, 10 Agustus 2022 pukul 08.00 WITA, kembali mengadakan Pameran Seni Rupa. Pameran kali ini mengangkat tema khusus Tafsir Puan: Catatan Visual Perupa Perempuan.

Acara ini dibuka dengan pemukulan gendang beleq dan penggoresan kanvas. Pembukaan dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi NTB Dr. H. Aidy Furqan, S. Pd.,M. Pd., Kepala UPT Taman Budaya Provinsi NTB Lalu Manan, S. Pd, Kepala RRI NTB, Budayawan Drs. H. Lalu Agus Faturahman, Seniman dan Budayawan.

2. Makna Tafsir Puan dan Catatan Visual Perupa Perempuan

Pameran ini dibingkai dalam dua pemaknaan, yakni tafsir dan puan. Tema pameran ini dapat dimaknai sebagai ruang interpretasi bagi para seniman perempuan. Khususnya dalam hal untuk mengartikulasi kondisi faktual yang mereka serap dari lingkungan sekitar. Adapun subtema yang disajikan dalam pameran kali ini berupa subjek materi berkaitan dengan perempuan. Seperti isu feminisme, kondisi nyata kehidupan perempuan dalam tatanan masyarakat sosial. Pameran seni rupa ini juga berisi gambaran tentang kondisi dan narasi yang mengelilingi para perempuan.

3. Menggali Peluang Perempuan dalam Ranah Seni Rupa

Karya seni rupa yang dianggap penting mayoritas dihasilkan oleh seniman laki-laki. Hal ini dikarenakan sedikitnya perupa perempuan yang berkecimpung dalam bidang ini, termasuk di Nusa Tenggara Barat.

Melalui pameran seni rupa yang diadakan oleh Taman Budaya NTB kali ini, perupa perempuan di NTB diberikan ruang untuk dapat berekspresi, menginspirasi, memotivasi, sekaligus menjadi ajang relaksasi bagi seniman-seniman perupa perempuan di masa kini.

Pameran Seni Rupa kali ini menyajikan beragam perspektif dari karya terbaik dengan perupa perempuan Lombok. Diantaranya karya Maimanah Amini, Hj. Novia Ariana, Pratatih Ratasya, Roswati Husry, Esti Ebhi Evolisa, Yusniati, Tia Sofiana, Wihartini. Acara ini pula didampingi dengan Kurator Sasih Gunalan, S. Pd, M. Sn.

4. Antusiasme Pengunjung

Pameran yang diadakan oleh Taman Budaya ini tentunya mendapatkan antusiasme baik dari berbagai pihak dan pengunjung dari berbagai tempat. Khususnya karena pameran ini mengangkat tema perempuan yang dapat dikatakan jarang diadakan di Lombok.

“Pameran ini juga sangat menonjolkan feminism dari aura penggambaran perempuan dari hasil karya yang ditampilkan, beberapa lukisan terlihat punya jiwa sendiri, yang merepresentasikan perempuan,” ungkap Nova Fitriani, salah satu Pengunjung asal Praya.

5. Penyerahan Piagam Penghargaan Budayawan

Pada kesempatan ini pula, diundang pula Budayawan Drs. H. Lalu Agus Faturahman dari Sengkol – Lombok Tengah, untuk menerima piagam penghargaan ke-13 dari Pemerintah Provinsi NTB. Dalam hal ini diberikan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB atas jasa beliau yang telah membawa nama baik Provinsi NTB dalam bidang seni budaya.

Pemberian piagam adalah bentuk penghargaan dari Gubernur NTB melalui Dikbud NTB sebagai penghargaan kepada budayawan dan seniman senior dan memang layak untuk diberikan penghargaan atas jasa-jasanya.

6. Harapan dengan Diadakannya Kegiatan Ini

Secara keseluruhan acara ini diharapkan dapat memberikan edukasi dan ruang untuk para seniman budayawan, perupa, dan mereka yang memiliki atensi terhadap kegiatan seni, budaya, tradisi, Bahasa di NTB. Dengan terselenggaranya pameran ini pula, Kurator Sasih Gunalan berharap posisi perupa perempuan akan mendapatkan ‘panggung’ yang layak dan sejajar dengan perupa laki-laki.

“Harapan khususnya untuk pameran seni rupa ini sendiri ataupun untuk perupa-perupa wanita kedepannya, saya berharap ada perempuan-perempuan lain yang mau tampil, yang punya karya kita pameran lagi bersama. Kita tampung pelukis-pelukis baru, lalu kita tunjukkan bahwa di Lombok ini ada pelukis perempuan”, ungkap Esti Ebhi Evolisa, salah satu perupa dalam pameran ini.

Diharapkan acara ini dapat menjadi permulaan dan pembuka  peluang bagi perempuan-perempuan lain kedepannya untuk tampil, dan berkarya serta untuk mengapreasiasi pelukis perempuan yang ada di NTB.

TERIMAKASIH!

Terimakasih kawan telah membaca hingga akhir artikel, semoga informasi yang kami berikan dapat menjadi semangat kawan mempelajari dan mengetahui inovasi-inovasi terbaru dalam perkembangan bidang kepariwisataan Indonesia! Cek terus ya update artikel kami.

Jika kawan Travbuck membutuhkan guide, informasi, maupun kendaraan, jangan segan untuk menghubungi kami di media sosial kami ya! jangan lupa untuk cek artikel kami terkait Eksperimentasi Seni Tari Taman Budaya 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *