June 15, 2024

Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menggelar Pameran Seni Rupa. Bertajuk Pameran “Titik Temu” Risalah Guru dan Catatan Waktu, pameran memberikan ruang kepada guru-guru di NTB untuk menampilkan karya-karyanya. Simak informasi selengkapnya di bawah ya, kawan!

1. Pameran Seni Titik Temu 2022

Memperingati HUT Nusa Tenggara Barat ke-64, Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali mengadakan pameran seni rupa. Pameran Seni Rupa ini merupakan pameran ketiga yang telah diselenggarakan pada tahun 2022. 

Sebelumnya, dua pameran seni rupa juga telah digelar. Pameran pertama yang telah diadakan mengangkat tema “Dedikasi Siswa untuk Bangsa” yang menyajikan karya para pelajar dari beberapa sekolah di Lombok. Sementara, pameran kedua bertajuk “Tafsir Puan” Interpretasi Visual Perupa Perempuan menampilkan beberapa karya dari perupa-perupa perempuan di Lombok.

Kegiatan pameran Seni Rupa yang ketiga dan juga sebagai pameran penutup mengangkat tema “Titik Temu” Risalah Guru dan Catatan Waktu. Berlangsung pada 7-9 November 2022 pameran ini menghadirkan karya dari guru-guru yang ada di NTB. 

2. Mengangkat Tema “Titik Temu” Risalah Guru dan Catatan Waktu

Pameran mengambil tema “Titik Temu” Risalah Guru dan Catatan Waktu. Melalui tema yang diambil, pameran ini ingin mengajak para apresian untuk bisa mengingat tentang risalah seorang guru dan bagaimana lintasan waktu yang telah mereka lewati selama ini.

Menyajikan gambaran tentang cerita pengabdian dan berbagai hal yang melingkupi kerja seorang guru menjadi poin penting yang ingin dinarasikan Sasih Gunalan sebagai kurator dalam pameran ini.

Titik temu dimaknai sebagai perandaian dari suatu fase, dimana berbagai kemungkinan seperti kontradiksi, harmonisasi dan akulturasi dapat ditemukan pada satu titik temu yang sama. Selain itu, titik temu juga dapat diartikan sebagai suatu fase yang bisa menghadirkan berbagai karakteristik pada setiap personal untuk berada pada satu ruang yang sama.

3. Melibatkan 13 Guru dari Berbagai Sekolah di NTB

Pameran Titik Temu melibatkan karya-karya dari 13 guru dari berbagai sekolah di Pulau Lombok. Jumlah ini cukup menggambarkan adanya antusiasme dari para guru yang terlibat untuk bisa menampilkan hasil karya-karyanya dalam pameran kali ini.

Lalu Manan, S.Pd, Kepala Taman Budaya NTB memberikan apresiasinya kepada guru-guru di NTB yang telah menyumbangkan karyanya,

 “Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada bapak ibu guru yang sudah terseleksi oleh kurator dan mewakili provinsi NTB untuk ikut pameran ini. Semoga kedepannya bisa memberikan dampak yang positif khususnya dibidang seni rupa.”

Lalu Manan, S.Pd, Kepala Taman Budaya NTB

Beberapa guru-guru yang terlibat dalam pameran ini diantaranya:

  • Ahmad Junaidi (SMAN 1 Sakra Timur)
  • Susi Handayani, M.Pd (SMKN 1 Mataram)
  • Lalu Agus Sofian (SMAN 7 Mataram)
  • Abdul Hayi (MTs Nurul Yaqin NW Bual)
  • Drs. Mulyadi (SMPN 8 Mataram)
  • Lalu Dendy Aghestha Rana (MAN 1 Mataram)
  • Indra Wardana (SMAN 2 Selong)
  • Akhmad Mansur, S.Pd (SMP Islam Aswaja Syamsul Falah)
  • Kaharudin (SMAN 1 Gunungsari)
  • Mizanul Hak (MTs Mu’alimin NW Anjani)
  • Munajatul Furqon (SMAN 1 Labuhan Haji)
  • Salman (SMAN 1 Praya Timur)
  • I Nyoman Sandiya (SMAN 8 Mataram)

4. Menampilkan Berbagai Bentuk Karya Lukisan dan Instalasi

Sebanyak 28 karya dalam bentuk lukisan dan instalasi ditampilkan pada pameran Titik Temu ini. Salah satu diantaranya yang cukup menarik perhatian pengunjung adalah karya “Sanga Sanak Petani Bangket” karya I Nyoman Sandiya. Karya ini terinspirasi dari kehidupan petani yang ada di Pulau Lombok.

Bentuk karya instalasi Sanga Sanak Petani Bangket ini digambarkan dengan bentuk-bentuk objek yang sering kita temui di sawah, seperti seorang petani, tanaman air, gulma, rumput, padi, aliran air, orang-orangan sawah dan lainnya.

Karya ini ingin mengangkat pesan untuk mengajak kita agar bisa menghargai jerih payah para petani untuk bisa menjaga sawah atau bangket (sebutan sawah dalam bahasa sasak) dari pembangunan-pembangunan perumahan dan sampah-sampah di selokan air yang dapat menghambat pengairan menuju ke sawah.

“Saya ingin menghargai jerih payah dan nasib petani dari segi goresan dan warna menggunakan 3 warna: merah, biru, putih untuk mewujudkan suatu bentuk kesederhanaan.”

I Nyoman Sandiya, Guru SMAN 8 Mataram

5. Pameran Ramai dikunjungi Pelajar di Mataram

Setelah kegiatan pembukaan, pameran mulai ramai dikunjungi oleh siswa-siswi dari beberapa sekolah di Mataram, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. 

Selain melihat-lihat berbagai karya yang ada, beberapa diantaranya juga banyak yang memilih untuk mendokumentasikan diri dengan karya-karya yang menarik perhatian mereka.

“Pertama kali buat saya datang ke acara pameran kayak gini. Dan ternyata kegiatan ini cukup bikin healing juga. Semoga di Lombok dibanyakin buat museum kayak gini. Karena kalau lihat lukisan gini enak sunyi dan ngerasa lukisannya lebih sampai ke kita.”

Saskia, Siswi SMAN 1 Mataram

6. Harapan Kedepan untuk Pameran Serupa

Dengan dilangsungkannya pameran ini, diharapkan bisa memberikan ruang untuk karya-karya yang ada, memperkaya ilmu untuk setiap apresian yang berkunjung dan menjadi bentuk pembelajaran strategis dalam memberikan keteladanan kepada para siswa-siswi khususnya di Nusa Tenggara Barat.

“Semoga kita sebagai rekan-rekan guru bisa bersinergi, kita munculkan ide-ide kreatif sehingga sebagai guru kita bukan hanya di sekolah saja, karena sekolah yang lebih luas itu di masyarakat seperti ini. Jadi bagaimana juga anak didik kita melihat karya yang dipamerkan itu juga merupakan suatu kebanggan buat mereka juga.”

I Nyoman Sandiya, Guru SMAN 8 Mataram

TERIMAKASIH!

Terimakasih kawan telah membaca hingga akhir artikel, semoga informasi yang kami berikan dapat menjadi semangat kawan mempelajari dan mengetahui inovasi-inovasi terbaru dalam perkembangan bidang kepariwisataan Indonesia!

Jika kawan Travbuck membutuhkan guide, informasi, maupun kendaraan, jangan segan untuk menghubungi kami di media sosial kami ya! jangan lupa untuk cek artikel kami terkait Pameran Seni Rupa Tafsir Puan “Catatan Visual Perupa Perempuan”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *