June 24, 2024

Subo Family merupakan sebuah keluarga yang tak hanya mencintai petualangan, seni, dan keindahan alam, tetapi juga menggabungkannya dengan semangat keberlanjutan. Dipimpin oleh Aria Anggadwipa dan Intan Anggita Pratiwie, keluarga ini menghadirkan perpaduan unik antara traveling berkeliling Indonesia dengan mobil campervan hingga terlibat dalam gerakan sutainable fashion.

Dari kecintaan pada seni hingga kepedulian pada lingkungan, Subo Family menjelajahi berbagai dimensi kehidupan. Mereka membuktikan bahwa keberlanjutan dapat menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup yang kreatif dan berdaya inovatif.

1. Keluarga Pecinta Traveling dan Seni

Subo Family adalah sebuah keluarga yang terdiri dari Aria Anggadwipa (ayah), Intan Anggita Pratiwie (ibu), dan Irama Lautan Teduh (anak). Mulai dari sang ayah yakni Aria yang suka berpetualang, menyelam dan menjelajah pelosok pedesaan di Flores, sampai membuat situs menujutimur.com.

Kemudian, Intan Anggita Pratiwie adalah artis daur ulang yang mendaur ulang pakaian sejak 2004. Ia memiliki brand daur ulang di tahun 2012 bernama Sight from The East yang bertransformasi menjadi Sight from The Earth.

Aria pun menikah dengan Intan dan mengembangkan sebuah record store bernama Substore, yang sekarang bertransformasi menjadi Listening Bar. Keluarga mereka ini dikenal dengan sebutan Subo Family, karena sering melakukan traveling berkeliling Indonesia dengan menggunakan mobil campervan yang dimiliki.

Telah banyak daerah dan destinasi wisata yang sudah dikunjungi oleh Subo Family. Salah satu perjalanan mereka, yakni perjalanan darat menggunakan mobil camping VW Caravelle T4 dari Jakarta menuju Sumba, NTT. Perjalanan tersebut bertujuan untuk menggali dan mendokumentasikan kekayaan Wastra Nusantara di NTT, yang tersohor dengan keelokan bentang alam dan kain tenunnya.

2. Mendirikan Listening Bar Pertama di Jakarta dengan Koleksi Vinyl Vintage

Aria Anggawipa sebagai kepala keluarga Subo Family memutuskan membuat basement rumahnya yang terletak di Cipete Utara, Jakarta Selatan menjadi sebuah Listening Bar bernama @subo.jkt.

Pengunjung yang datang ke sana, dapat terhubung dengan lingkungan sekitar yang membangkitkan semangat mereka melalui percakapan, buku, maupun musik yang dihadirkan. Bagi Aria, selain untuk dinikmati, musik juga mempunyai efek healing.

Di SUBO, pengunjung dapat menikmati musik dari berbagai generasi dalam bentuk yang paling autentik, seperti gramofon untuk memutar piringan hitam dari tahun 1950an dan set DJ untuk memainkan musik baru.

SUBO juga menyediakan Vinyl dari berbagai genre musik. Mulai dari musik lokal, pop, rock, dan klasik. Salah satunya, album Aerosmith Rocks (1976) dan The Wall (1979) karya Pink Floyd, serta masih banyak lagi.

Selain musik, SUBO memiliki beragam buku yang bisa pengunjung telusuri selama berada di sini. Ada juga menu makanan yang dijual, seperti Sup Shirataki dengan Udang Vietnam, Mie Udang Tom Yum serta menu minuman, salah satunya Youthfull Jolly dan Stubbornness.

Tampilan retro dan suasana bar yang nyaman, membuat pengunjung mengenang musik jadul dalam bentuk vinyl. Sambil menikmati makanan lezat dan koktail yang dikurasi oleh koki dan bartender internal SUBO.

Jika ingin datang ke SUBO, pengunjung dapat melakukan reservasi terlebih dahulu melalui Instagram @subofamily.

3. Peduli Terhadap Lingkungan

Sebagai pribadi yang tanggap pada isu keberlanjutan (sustainability) lingkungan, Aria dan Intan menyadari perjalanan traveling mereka menghasilkan emisi karbon. Oleh karena itu, mereka bekerja sama dengan lembaga Carbon Ethic unutk mengompensasikan jejak karbon menjadi tanaman mangrove.

Lembaga Carbon Ethic akan menghitung kompensasi emisi karbon yang Subo Family gunakan selama melakukan kegiatan traveling.

“Konsumsi bahan bakar mobil sekitar 1:10, jenis bahan bakar yang dipakai (bensin beroktan 98), dan jarak tempuh sekitar 3.500 km ini, kompensasinya 16.000 tanaman mangrove. Kami buka donasi bagi yang mau menyumbang mangrove, sebab hasil dari perjalanan ini juga untuk kepentingan publik” jelas Aria saat melakukan traveling dari Jakarta menuju Nusa Tenggara Timur dalam wawancara bersama Kompas.id.

4. Memiliki Ketertarikan dalam Industri Sustainable Fashion

Subo Family yang merupakan keluarga pencinta lingkungan, juga turut mendirikan yayasan bernama Setali Indonesia bersama musisi Andien Aisyah. Setali Indonesia merupakan yayasan yang bergerak di bidang fashion berkelanjutan.

Setali lebih fokus pada pemanfaatan kain-kain dari pakaian bekas tak layak pakai itu. Intan lebih leluasa lagi memadukan aneka jenis kain; satu gaun, misalnya, bisa terdiri dari bahan kaos, denim, dan bekas seprai sekaligus.

Selain itu, Subo Family juga melakukan kolaborasi dengan Badjatex. Diketahui, Badjatex merupakan pabrik yang memproduksi denimnya dengan proses yang ramah lingkungan.

Produk denim organik karya Badjatex akan Subo Family perkenalkan kepada masyarakat luas selama mereka melakukan traveling ke Bandung. Dengan tujuan agar masyarakat teredukasi, karena Indonesia sudah mulai memasuki Industri Sustainable Fashion.

Di luar proses produksi, Badjatex juga memiliki program Bank Sampah (Garbage Bank) bagi karyawan dan masyarakat sekitar, dengan harapan mendorong kepedulian karyawan dan masyarakat sekitar terhadap lingkungan.

5. Gerakan Sustainable Fashion yang Mendorong Subo Family Go Internasional

Kiprah Intan di kancah busana daur ulang itu membuatnya dipanggil oleh Fashion Division ke ajang Paris Fashion Week 2021 di Prancis, yang karena pandemi Covid-19 digelar di akhir Februari 2022.

Intan tak pernah bermimpi bisa memamerkan rancangan busananya di Prancis. Terlebih lagi, dia tak bercita-cita menjadi perancang busana.

Bermula dari khayalan, Intan sekeluarga berniat ke Prancis menempuh jalan darat. Dengan tujuannya ingin mempelajari berbagi wawasan soal wastra di negara yang bakal disinggahi menggunakan mobil campervan kesayangan mereka.

Namun, akibat pandemi Covid-19 membelokkan harapan Intan untuk ke Prancis. Meski ia sudah divaksin sebanyak dua dosis vaksin Sinovac, regulasi pemerintah Prancis sangat ketat terhadap penerimaan wisatawan saat Covid-19.

Meski begitu, Intan tak berkecil hati karena tidak bisa hadir di Paris Fashion Week 2021. Ia pun bersama keluarganya mengganti rencana dengan melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Sumba, NTT untuk menggali kekayaan wastra Nusantara.

Sobat dapat melihat kegiatan – kegiatan Subo Family lainnya pada instagram @subofamily dan @subofamilyexpedition.

TERIMAKASIH!

Terimakasih Sobat telah membaca hingga akhir artikel. Semoga informasi yang kami berikan dapat membantu dan menambah wawasan mengenai pariwisata Indonesia!

Jika Sobat Travbuck membutuhkan guide, informasi, maupun kendaraan, jangan segan untuk menghubungi kami di media sosial kami ya! jangan lupa untuk cek artikel kami lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *