June 15, 2024

Komunitas Travbuck menggelar kegiatan edukasi bertajuk Berajah Eco Pounding di Ruang Terbuka Hijau Pagutan, Kota Mataram, pada Minggu, (26/05/2024). Kegiatan ini berkolaborasi dengan Bank Sampah NTB Mandiri.

1. Berajah Eco Pounding: Mini Workshop Kedua Travbuck

Kegiatan Berajah Eco Pounding ini merupakan mini workshop kedua yang digelar Travbuck. Sesuai dengan nama kegiatannya, peserta diajak membuat motif dengan teknik eco pounding pada tas jinjing (totebag) yang disediakan.

Diketahui, teknik tersebut merupakan salah satu bagian dari eco printing, yaitu memindahkan bentuk dedaunan dengan memukulkannya kepada bahan linen. Namun, proses yang digunakan di eco pounding lebih sederhana daripada eco printing, yang harus melalui proses pengukusan.

Selain itu, teknik ini juga tidak memakan biaya yang cukup tinggi, sehingga semua kalangan dapat mencoba dan mempraktikannya.

“Sebelumnya kita berfokus ke kegiatan workshop yang sekiranya masih belum diketahui, seperti kegiatan-kegiatan yang menyangkut tentang alam dan UMKM. Apalagi, eco pounding ini bergerak di bidang lingkungan. Sehingga, kita bekerja sama dengan Bank Sampah NTB Mandiri untuk berkolaborasi karena mereka yang lebih expert di bidang tersebut,” jelas Head of Event Travbuck, Danar Adiguna.

2. Antusias Sobat Travbuck Ikut Berajah Eco Pounding

Danar menyampaikan, antusias masyarakat mengikuti Berajah Eco Pounding cukup tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang mendaftar, yakni sebanyak 9 orang dari berbagai kabupaten/kota di NTB.

“Antusiasnya memang begitu tinggi, karena kegiatan seperti ini sangat sedikit dan jarang diadakan,” ungkapnya.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini pun cukup beragam, tidak hanya dari Pulau Lombok namun pendaftar juga berasal dari pulau seberang yakni Pulau Sumbawa.

“Peserta ada yang dari Sumbawa, Lombok Tengah. Mereka mendapat informasi melalui Facebook, Instagram. Jadi banyak kalangan, ada anak SMA, ada yang kerja juga,“ tambah Danar.

3. Kesan Sobat Travbuck Ikut Berajah Eco Pounding

Salah satu peserta, Rania mengatakan, kalau ini pertama kalinya dirinya mengikuti kegiatan workshop eco pounding. Awalnya, ia merasa tampak sederhana, tetapi ternyata menantang kesabaran dan kreativitas.

Haririn Hawarina yang juga seorang peserta workshop mengaku, kalau proses pembuatan motif dengan teknik yang diajarkan cukup susah. Namun, hal tersebut menjadi warna yang menyenangkan bagi peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Ternyata proses pembuatan eco punding tidak semudah yang kita bayangkan, selain kreativitas, kreativitas, kita juga dituntut kesabarannya,” ungkapnya.

4. Apresiasi dari Bank Sampah NTB Mandiri

Pengelola Bank Sampah NTB Mandiri, Aisyah Odist sangat mengapresiasi kegiatan Berajah Eco Pounding yang digelar Travbuck. Menurutnya, kegiatan seperti ini bagus, terlebih lagi pesertanya tak terbatas hanya dari kalangan tertentu.

“Diteruskan ya kegiatannya dengan suasana yang baru, materi yang baru supaya orang tidak bosan untuk belajar yang baru,” harapnya.

5. Diharapkan Gerakkan Roda Ekonomi

Danar melanjutkan, kegiatan positif seperti ini diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian, khususnya UMKM sektor kreatif di NTB. Serta, dapat meningkatkan kreativitas dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

“Dari saya pribadi, ingin mengangkat lagi UMKM yang bergerak di bidang lingkungan dan membangkitkan kepedulian peserta untuk menjaga lingkungan,” pungkasnya.

TERIMAKASIH!

Terimakasih sobat telah membaca hingga akhir artikel, semoga informasi yang kami berikan dapat membantu sobat dan memilih tempat menghabiskan liburan! Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Jika sobat Travbuck membutuhkan guide, informasi, maupun kendaraan, jangan segan untuk menghubungi kami di media sosial kami ya! Jangan lupa untuk cek artikel Travbuck lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *