June 16, 2024

Terletak di Desa Maria, Kec.Wawo Kab. Bima Uma Lengge merupakan bangunan rumah tradisional peninggalan nenek moyang suku Mbojo.

Dalam kamus bahasa Bima, Uma artinya rumah dan Lengge artinya lebih mengarah pada bentuk tinggi dan mengkerucut. Sesuai dengan namanya bangunan rumah ini memiliki atap yang menjulang tinggi dan berbentuk kerucut.

1. Tidak hanya Menjadi Tempat Tinggal, sebagian Bangunannya dijadikan Lumbung

Uma Lengge
Uma Lengge Desa Maria, Kec. Wawo Sumber: Instagram.com/qrhann_

Pada zaman dahulu tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat tinggal saja melainkan sebagian dari bangunan ini dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai lumbung karena desainnya yang seperti rumah panggung yang terdiri dari tiga tingkat dengan fungsi yang berbeda.

2. Terdiri Dari 3 Lantai, inilah Fungsi dari Setiap Lantai Rumah Khas Suku Mbojo

Uma Lengge
Uma Lengge (Sumber: Itinari.com)

Lantai pertama digunakan sebagai tempat untuk menerima tamu dan kegiatan adat. Lantai kedua berfungsi sebagai tempat tidur sekaligus dapur, sedangkan lantai ketiga digunakan sebagai lumbung untuk menyimpan bahan makanan seperti padi, palawija dan umbi-umbian.

3. Sudah Beralih Fungsi, Kini Hanya dijadikan sebagai Lumbung

Uma Lengge
Aktivitas Masyarakat Di Uma Lengge (Sumber: Flickr.com)

Seiring perkembangan zaman dan kemajuan inovasi rumah masa kini, rumah tradisional ini sudah tidak dijadikan sebagai tempat tinggal melainkan beralih fungsi hanya menjadi lumbung tempat penyimpanan hasil panen masyarakat karena bangunan memiliki sirkulasi udara yang lancar dan suhu yang stabil sehingga sangat aman untuk menyimpan bahan pangan karena tidak akan mudah membusuk.

4. Uma Lengge Resmi Menjadi Desa Wisata dan Mendapat Penghargaan “Anugerah Desa Wisata”

Uma Lengge
Kunjungan Menparekraf di Uma Lengge (Sumber: Kemenparekraf.go.id)

Saat ini warisan budaya ini telah menjadi salah satu tempat yang resmi dijadikan sebagai desa wisata dan telah mendapat penghargaan “Anugerah Desa Wisata” dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Berwisata disini, Pengunjung akan membayar biaya masuk sekitar Rp 5000,-/orang, dengan tarif yang cukup murah pengunjung dapat menghabiskan waktu untuk berkeliling dan mendapatkan spot foto ataupun mengetahui sejarah dari rumah tradisional ini, disana juga terdapat alat alat tradisional khas Bima  seperti alat musik dan juga alat pengolahan hasil panen warga, kemudian terdapat juga beberapa souvenir khas Bima seperti Tembe Nggoli yang merupakan sarung tenun khas Bima.

5. Festival Uma Lengge Menjadi Acara Tahunan untuk Melestarikan Peninggalan Nenek Moyang

Uma Lengge
Festival Uma Lengge, Prosesi Penyambutan Ketua Adat (Sumber: Instagram.com/daewansaja

Setiap tahunnya akan diadakan Festival Uma Lengge, pada festival tersebut akan banyak pertunjukan khas Bima yang akan ditampilkan seperti adegan Mpa’a Manca, Buja Kadanda dan Ntumbu. Tujuan dari diadakannya festival ini untuk menjaga eksistensinya sebagai budaya peninggalan nenek moyang agar tetap ada dan semakin dikenal oleh masyarakat, tidak hanya dikalangan masyarakat Bima, diharapkan ini juga dapat dikenal di masyarakat luas.

TERIMAKASIH!

Terimakasih kawan telah membaca hingga akhir artikel, semoga informasi yang kami berikan dapat menjadi semangat kawan mempelajari dan mengetahui kekayaan negeri ini! Dengan membaca artikel ini kawan turut membantu melestarikan kebudayaan negeri kita ini, yuk bantu sebarkan informasi ini ke kawan-kawan yang lain agar impact yang dihasilkan makin luas. Sekali lagi terimakasih ya kawan!

Jika kawan Travbuck membutuhkan guide, informasi, maupun kendaraan, jangan segan untuk menghubungi kami di media sosial kami ya! jangan lupa untuk cek artikel kami terkait Gamelan Resmi jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *